Minggu, 13 November 2011

SOP PANEN PLASMA


MANAJEMEN PANEN 1 ATAP INTI & PLASMA



I. PENGERTIAN

Panen merupakan salah satu kegiatan penting dalam pengelolaan tanaman kelapa sawit menghasilkan. Selain bahan tanam (bibit) dan pemeliharaan tanaman, panen juga merupakan faktor penting dalam pencapain produktivitas.

Panen adalah pemotongan tandan buah dari pohon sampai dengan  pengangkutan ke pabrik yang meliputi kegiatan pemotongan tandan buah matang, pengutipan brondolan, pemotongan pelepah, pengangkutan hasil ke TPH, dan pengangkutan hasil ke pabrik (PKS).

Sistem panen yang digunakan adalah system borongan satu paket, artinya pemanen diharuskan mengutip brondolan yang ada di piringan maupun di pelepah. Cara pembayaran satu kali dalam satu bulan yaitu tutup buku setiap akhir bulan dihitung tonase yang dipanen berdasarkan hasil timbangan dari PKS. Tonase yang dibayarkan ke kontraktor adalah hasil timbangan Netto 2  (berat bersih setelah digrading).

Grading TBS dilakukan berdasarkan kondisi TBS pada saat TBS dibongkar dari truk di loading ramp PKS berdasarkan Pedoman Grading TBS yang dikeluarkan oleh Departemen Pabrik HO, sedangkan ketentuan denda panen dan SOP Panen pada umumnya secara teknis berdasarkan Pedoman Panen yang dikeluarkan oleh Departemen Tanaman HO.

Setiap kontraktor akan dibuatkan surat perjanjian kerja (SPK) yang berlaku enam bulan ke depan, selanjutnya akan dievaluasi oleh kelompok dan penguurus koperasi (KUD), serta penanggung jawab panen (Manager Site) untuk menetapkan layak dan tidaknya kontraktor tersebut. Dalam surat perjanjian kerja dicantumkan mengenai spesifikasi pekerjaan panen atau kriteria panen, dan lain-lainnya yang dipandang perlu.

Petani dapat menjadi tenaga kerja panen (pemanen) apabila memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh perusahaan dan direkomendasikan oleh ketua kelompok. Sedangkan Ketua kelompok Tani dapat menjadi pemborong panen apabila memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh perusahaan dalam rangka menjaga mutu kerja dan hasil kerja, serta menghindari adanya konflik kepentingan.

           






II. TEKNIS OPERASIONAL PANEN

A.    Kriteria Panen

1.      Suatu areal sudah dapat dipanen

·         Tanaman sudah berumur 30 bulan di lapangan
·         60 % pokok dalam 1 blok telah mempunyai buah yang siap panen
·         Berat TBS ≥ 3 kg.
·         Penyebaran panen minimal 1 : 5

2.      Ciri-ciri tandan matang

·         Warna buah orange kemerahan (jenis Nigrescens).
·         Sudah ada buah yan lepas (membrondol).
Areal datar      :             2 brondolan/kg berat tandan


B.  Kriteria matang panen

Kriteria matang panen sesuai fraksi kematangan buah berdasarkan brondolan lepas dari tandan buah.
FRAKSI KEMATANGAN BUAH

Fraksi
Berondolan lepas dari tandan buah
Kematangan
00
Belum ada, Warna buah hitam pekat
Sangat mentah
0
< 12,5 berondolan/Kg TBS, warna buah hitam kemerahan
Mentah
1
12,5 – 25,5 % buah luar, warna buah kemerahan
Kurang Matang
2
25 – 50 % buah luar, warna buah merah mengkilat
Matang 1
3
50 – 75 % buah luar, warna buah orange mengkilat
Matang 2
4
75 – 100 % buah luar, warna buah dominan orange
Lewat Matang
5
Buah bagian dalam ikut memberondol
Lewat Matang

·         Tingkat kematangan yang baik adalah pada fraksi 2 dan 3 (1 atau 2 brondolan per kg TBS).
·         Komposisi panen yang baik adalah Fraksi (2 + 3 + 4) 80 %, Fraksi (1) 15 %, dan fraksi (5) 5 %

HUBUNGAN FRAKSI, RENDEMEN DAN MUTU MINYAK

Fraksi
Rendemen Minyak (%)
Kadar Asam Lemak Bebas (%)
00
16
1,6
0
16
1,6
1
21,4
1,7
2
22,1
1,8
3
22,2
2,1
4
22,2
2,6
5
22,9
3,8
C. Prakiraan Produksi

1.      Produksi Tahunan

·         Pengamatan dilakukan 1 kali per 6 bulan (atau 1 kali per 3 bulan, tergantung kebijakan manajemen).
·         Pokok contoh ± 5 % dari total pokok.  Pokok contoh diambil selang 10 baris dan pada tiap baris diambil selang 5 pokok.  Bila memungkinkan, usahakan pokok contoh merupakan barisan/ pokok contoh analisa daun.

Prosedur prakiraan produksi tahunan

  • Jumlah pokok contoh yang akan diamati dapat blok atau afdeling, tiap pokok contoh dihitung jumlah tandan yang sudah menjadi buah dan berapa tandan bunga betina, jumlah keduanya merupakan prakiraan kuantitas panen selama 6 bulan kedepan.

Contoh form perhitungan produksi tahunan.

Thn tanam
Luas
(ha)
Jumlah pokok

Pengamatan

Prakiraan produksi (selama 6 bulan kedepan)
(kg)
Jumlah pokok sampel

Jumlah tandan
(jjg)
Jumlah bunga betina
(buah)
 2000
  25
  2200
    110
     340
     315
     ……….

Prakiraan produksi    = {(340 + 315)/110} x 2000 x 12 kg/jjg = ………….. kg

2.      Produksi Harian

·        Untuk mengatur kebutuhan tenaga panen dan penyediaan sarana transportasi.

Prosedur prakiraan produksi harian.

·        Dalam 1 blok pohon contoh ± 5 %, jika luas blok 30 ha, 143 pokok/ha, maka jumlah pokok total ± 4290 pokok. Jumlah pokok sampel ± 215 pokok
·        Pokok contoh diambil per gawangan hidup (pokok di kiri kanan jalan pikul) sebanyak 3 gawangan hidup. Hitung tandan yang dapat dipanen besok hari (tandan dengan kriteria fraksi 2, 3, 4) dengan ciri umum banyak brondolan yang jatuh di piringan.
·        Misal jumlah tandan siap panen 45 janjang, kerapatan panen (KP) 45/215 atau 1 : 5 (5 pokok akan dipanen 1 jjg TBS), jika berat rata-rata 1 tandan (BJR) 12 kg, prakiraan panen besok adalah 0.21 jjg/pokok x 4290 pokok x 12 kg/jjg = 10,810.8 kg, jika prestasi pemanen 800 kg/orang, dibutuhkan 10,810.8 kg : 800 kg/orang = 14 orang/blok.
·         Perencanaan transportasi panen disesuaikan dengan total rencana produksi harian.

D. Rotasi Panen

·         Rotasi 6/7, artinya 6 hari memanen, kembali ke lokasi panen yang sama 7 hari kemudian.  Jika memanen di blok A hari senin, panen satu afdeling dilakukan hari senin sampai sabtu, hari senin depan kembali lagi ke blok A.
·         Rotasi 5/7, artinya 5 hari memanen dengan interval 7 hari, rotasi panen bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan seperti rotasi 4/5 atau rotasi 6/9.

E. Kapveld (ancak)

·         Kapveld adalah luas areal panen harian yang dapat dikerjakan pemanen.

Perhitungan kapveld (ancak)

1.      Misalkan luas afdeling 510 ha, luas blok 30 ha (ada 17 blok).
2.      Rotasi panen 6/7 dengan hari kerja :
Senin -  kamis @ 7 jam  :  28 jam
Jum’at                          :    5 jam
Total hari kerja              :  33 jam

Pembagian kapveld untuk panen hari senin – kamis
(7/33) x 17 blok  =  3,6 blok.
Pembagian kapveld untuk panen hari jum’at
(5/33) x 17 blok  =  2,6 blok.

F. Ancak panen

·         Ancak panen adalah luasan panen yang menjadi tanggung jawab pemanen.
·         Ancak panen terdiri atas ancak tetap dan ancak giring

1.      Ancak tetap

Pemanen bertanggung jawab terhadap areal yang tetap pada setiap rotasinya.

Kelebihannya

·      Pemanen bertanggung jawab penuh terhadap ancaknya, mengetahui topografi areal dan perawatannya, kondisi morfologi dan fisiologi tanaman serta kuantitas buah dan kemampuan panen, sehingga mekanisme kontrol terhadap ancak panen lebih baik.

Kelemahannya

·         Krani transport harus menunggu buah dikeluarkan dulu oleh pemanen dari ancaknya untuk dikumpulkan di TPH.
·      Pemanen dengan kondisi topografi berbukit atau rawa mendapat beban panen lebih besar dibandingkan pemanen yang memperoleh kondisi topografi datar. Basis borong setiap pemanen sama untuk semua topografi.
·      Tingkat kejenuhan pemanen yang bekerja pada lokasi yang sama.

2.      Ancak giring.

Pemanen secara bersama-sama memanen di 1 blok dengan pembagian wilayah kerja per gawangan. Setelah selesai pemanen pindah ke gawangan lain.

Cara perpindahan pemanen dari satu gawangan ke gawangan lain :

a.       Ancak giring orang tetap

·         Pemanen gawangan 1 pindah ke gawangan yang belum dipanen.
·         Pemanen gawangan 2 pindah di samping pemanen gawangan 1.
·         Panen dilanjutkan sampai seluruh kapveld selesai dikerjakan.

b.      Ancak giring orang tidak tetap

·         Selesai 1 gawangan, pemanen pindah gawangan yang belum dipanen. 
·         Siapa yang cepat bisa mendapatkan jatah gawangan lebih banyak.

Kelebihannya

·         Buah lebih cepat dikeluarkan dari gawangan (1 ancak  > 2 gawangan).
·         Pemanen dapat saling berinteraksi lebih intensif, ada kebersamaan.

Kelemahannya

·         Mekanisme kontrol dan administrasi panen kurang sistematis.
·         Tanggung jawab pemanen terhadap areal panennya lebih rendah.













































































































































































































































































































































G. Alat Panen

 Alat panen yang digunakan :

Umur (thn)
TM
Tinggi batang (m)
Alat
3 – 4
1 – 2
0 – 0.9
Dodos kecil
5 – 7
3 – 5
0.9 – 2.5
Dodos besar
> 8
> 5
> 2.5
Egrek

Alat penen lainnya :
·         kampak (untuk membuat tangkai pendek/ cangkem kodok),
·         keranjang (untuk mengumpulkan brondolan),
·         goni (untuk meletakkan brondolan di TPH),
·         kereta sorong, dan ganco (untuk mengangkat TBS ke kereta sorong). 

H. Cara Panen

·         Pelepah yang menyangga (songgo) buah matang dipotong mepet batang.
·          Pastikan buah mentah diatasnya disangga dua pelepah (songgo dua).
·         Tandan buah matang dipotong tangkainya mepet ke batang
·         Brondolan di ketiak pelepah diambil (dikorek).
·         Tandan dibawa ke jalan pikul, tangkai panjang dipotong mepet tandan.
·         Brondolan di piringan dikumpulkan semua.
·         Pelepah dipotong 3 bagian dan disusun di gawangan mati sejajar jalan pikul.
·         Brondolan dan TBS dikumpulkan di TPH.
·         Nomor pemanen ditulis pada tangkai tandan.

Panen harus TUNTAS, yaitu :
1.      Tuntas memanen TBS yang sudah matang (fraksi 2, 3, 4).
2.      Tuntas memungut brondolan & TBS di piringan dan mengangkutnya ke TPH.
3.      Tuntas memotong dan meyusun pelepah di gawangan mati.

I. Organisasi Panen

·         Kapasitas panen/ basis tugas/ prestasi normal adalah jumlah kg tandan yang harus diselesaikan dalam 1 hari kerja oleh tiap-tiap pemanen.
·         Basis borong/ basis premi adalah jumlah kg TBS dalam basis tugas yang hanya mendapat upah standar (tidak mendapat premi).
·         Tujuannya untuk persiapan kebutuhan tenaga panen
·         Dasar kemampuan panen minimum (janjang) = (A x B x C x D x E) / F
A = luas ancak panen hari ini (ha), misal 2 ha
B = Kerapatan (pokok/ha), misal 143 pokok/ha
C = Jumlah janjang/ pokok untuk 1 rotasi, misal 0.5 janjang/pokok
D = Berat tandan rata-rata (kg), misal 20 kg
E = Penyebaran panen, misal 1 : 5
F = Basis borong (kg), misal 600 kg
Kemampuan panen (2 ha x 143 pkk/ha x 0.5 jjg/pkk x 20 kg x 1/5) : 600 kg = 0,95 jjg
Mandor panen dengan cakupan areal 50 – 60 ha atau 15 – 20 pemanen.

J. Pengawasan Panen

  • Pengawasan panen dilakukan oleh Kelompok Tani kelapa sawit yang bekerjasama dengan perusahaan inti yang meliputi pelaksanaan panen dan hasil panen.
  • Pengawas panen dilakukan oleh ketua/wakil kelompok dan Kerani buah dari Inti harus memeriksa kapveld panen setiap hari., yang meliputi keseluruhan panen baik didalam blok maupun TPH.
  • Pengawasan panen antara lain : tandan matang tidak dipanen, tandan dipanen tetapi tidak dikeluarkan, Brondol tertinggal, tandan afkir, tandan mentah, tangkai panjang, buah busuk, dan tandan kosong.
  • Penanggung jawab panen dari pihak perusahaan, juga melakukan pemeriksaan panen, serta memberikan penyuluhan (pembinaan) kepada pemanen dan atau kontraktor yang sering melakukan kesalahan.

K. Pemeriksaan Hasil Panen

·         Pemeriksaan hasil panen dilakukan dilapangan dan di TPH oleh petani bekerjasama dengan perusahaan inti.
·         Pemeriksaan dilapangan meliputi tandan matang tidak dipanen, tandan panen tidak dikumpul, dan berondolan tertinggal dipiringan pohon atau jalan pikul, buah tertinggal di pelepah (kurang tandas), pemotongan dan rumpukan pelepah.
·         Pemriksaan TPH meliputi tandan afkir di TPH, tandan mentah di TPH, pemotongan tangkai tandan mepet, susunan tandan di TPH, dan kebersihan tandan dan berondolan di TPH.

L. Angkutan Panen

·         Angkutan yang diperbolehkan mengangkut TBS di KKPA adalah yang sudah tercatat dan terdata dibagian produksi koperasi dan perusahaan. Hal ini harus dibuktikan dengan surat kontrak kerja angkutan TBS.

·         Standar angkutan TBS adalah :
  1. Alat angkut pada umumnya adalah truk.
  2. Buah sawit segar diangkut paling lambat 12 jam setelah panen, setelah panen terkecuali terdapat permasalahan infrastruktur.
  3. Dalam hal ini seluruh komponen termasuk koperasi harus mencari alternatif jalan keluar.
  4. Brondolan yang terdapat dalam TPH harus dimuat, baik yang sudah dikumpul pemanen maupun yang membrondol di TPH.
  5. Janjang kosong tidak boleh dimuat, buah yang kurang dari 3 Kg ditinggal.

·         Sangsi angkutan diberlakukan yaitu berupa teguran, pemotongan pembayaran, hingga pencabutan kontrak apabila sudah dinilai tidak mengikuti atau mengindahkan isi perjanjian kontrak kerja.




III. DENDA PANEN

Denda atau sangsi yang berlaku saat ini adalah denda dari hasil grading PKS dengan memotong jumlah tonase yang diperoleh pemanen.

Ketentuan grading dan denda panen mengikuti pedoman yang diterbitkan oleh Departemen Pabrik dan Departemen Tanaman HO.


IV. PERANAN PETANI DAN KOPERASI

1.      Petani
 Dapat sebagai pekerja panen (pemanen), apabila petani tersebut memenuhi syarat sebagai pemanen.
Mekanisme perekrutan petani sebagai tenaga kerja pemanen diatur bersama antara Manager Kebun dan Pengurus Koperasi.
Penempatan pemanen diatur sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan konflik kepentingan.

2.      Kelompok Tani

·         Dapat sebagai pemborong panen-angkut dengan persyaratan khusus yang tidak menimbulkan konflik kepentingan. 
·       Bekerja-sama dengan Assisten Afdeling mencari (menyediakan) tenaga kerja pemanen yang berasal dari petani.
·  Melakukan pembinaan kepada pemanen dan melakukan evaluasi pelaksanaan panen-angkut berkoordinasi dengan Assisten Afdeling.
·    Berkoordinasi dengan Assisten Afdeling membuat teguran/peringatan kepada pemanen yang tidak disiplin.
·       Melaporkan kepada pengurus koperasi (KUD/KSU) untuk hal-hal yang perlu mendapatkan pemikiran bersama (perubahan tarif, dll).

3.      Koperasi (KUD)

·        Bersama-sama dengan Manager Kebun membuat persyaratan kontraktor panen dan memilih kontraktor yang mampu untuk melakukan pekerjaan panen.
·        Berkoordinasi dengan Manager Kebun melakukan sosialisasi peraturan panen dan sangsi/denda terhadap pelanggaran.
·        Bersama-sama dengan Manager Kebun menetapkan besarnya fee koperasi (KUD) berkaitan dengan jasa koperasi dalam pelaksanaan panen.
·        Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses panen atau tata cara kerja kontraktor dari kebun sampai dengan pabrik.
·        Memberikan masukan/informasi kepada perusahaan mengenai performance kontraktor di lapangan.
BINGUNG MAU UMROH DAN HAJI GAK ADA BIAYA?
SUDAH ADA NIAT TAPI MASIH BINGUNG ?


CONTAC KAMI DI 
081278237430 087878931387
http://www.gratishajiumroh.com/